Senin, 13 Juli 2009

Lemari Makan



Beberapa hari yang lalu, aku membeli lemari makan. Mungkin orang akan bertanya: apa istimewanya sebuah lemari makan? Bagiku, lemari itu sangat istimewa.

Selama ini, bahan-bahan makanan hanya ditumpuk saja di atas meja panjang di ruang makan. Lama-lama tumpukan itu jadi makin tinggi dan banyak, sehingga tak lagi rapi atau sedap dipandang.


Setelah lemari makan itu datang, aku segera menata isinya. Kurasa lemari makan ini tak lebih baik dari lemari-lemari makan yang manapun... dan isinya pun barangkali tak lebih lengkap daripada lemari-lemari makan orang lain. Hanya ada dua orang (dan dua ekor anjing) di rumahku; seberapa banyak sih, makanan yang dapat kami simpan?


Aku tercenung di depan lemari makan itu. Tak lebih baik atau lengkap, tapi aku telah memiliki lemari makanku sendiri. Persediaan makananku sendiri. Bahkan sebuah lemari makan pun adalah sebuah kedaulatan.


Hingga Juni 2009, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) mencatat, dunia memiliki 1,02 miliar orang berada dalam kondisi kelaparan. Hampir semuanya hidup di negara sedang berkembang. Diperkirakan, sejumlah 642 juta berada di kawasan Asia-Pasifik, 265 juta di Afrika Sub-Sahara, 52 juta di Amerika Latin & Karibia, 42 juta di Timur Dekat & Afrika Utara, dan total 15 juta di beberapa negara berkembang lainnya.


Sebanyak 1,02 miliar orang yang kelaparan itu bukan hanya menjadi korban turunnya produksi pangan global (yang menjadi penyebab mahalnya harga pangan), namun juga krisis ekonomi dunia yang mengakibatkan turunnya penghasilan dan meningkatnya pengangguran. Keseluruhan kondisi ini, secara lambat namun pasti, mengurangi akses pangan kaum miskin; menjerumuskan 100 juta orang lebih banyak dibandingkan akhir tahun lalu, ke dalam kemiskinan dan kelaparan kronis. "Inilah ancaman serius terhadap keamanan dan perdamaian dunia," tegas Jacques Diouf, Direktur Jenderal FAO.


Jadi terasa bukan, betapa berharganya sebuah lemari makan? Lemari makan berarti tersedianya pangan, atau dengan kata lain, terjaminnya kehidupan sampai beberapa waktu mendatang. Sejumlah 1,02 miliar orang barangkali tak punya lemari makan, sebab mereka tak punya persedian pangan, bahkan tak lagi punya jaminan kehidupan. Jumlah itu mungkin akan terus bertambah, dan terus bertambah...

Kawan, lihatlah lemari makanmu. Persediaan panganmu. Jika kelimpahan yang kau miliki tak lagi bisa kau maknai, apakah penderitaan sesamamu yang miskin dan lapar akan punya arti bagimu?*

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda